Pengalaman di R.S. Hermina Pasteur Bandung

Pada tanggal 27 Maret 2009, setelah cek darah ke lab Pramita di Moh. Toha, aku dalam perjalanan ke rumah sakit Hermina di daerah Pasteur, Bandung. Bukan ngejenguk orang sakit, tapi malah aku yang masuk rumah sakit! Setelah cek darah itu, diketahui trombositku 99.000, padahal minimal 150.000. Ternyata aku kena DB.


Aku di periksa oleh Dr. Erman di Rumah Sakit Hermina. Beliau berkata, " Mau langsung di infus atau mau minum pocari sweat aja ? " kata Dr. Erman. Ya jelas aku pilih minum pocari yang banyak aja. Siapa coba, yang mau langsung diinfus?
Ternyata setelah beberapa lama, malam pertama menginap di R.S. Hermina aku langsung diinfus saat hampir tidur.


Paginya, saat aku bangun tidur, aku langsung ambil darah. Wah, masa' bangun-bangun langsung di ambil darahnya? Selama di rumah sakit, aku dirawat dengan 1 jarum mengerikan yang terdapat di tangan kiriku. Sakit juga sih, tapi mau gimana lagi?


Aku menginap di sana 4 hari 3 malam. Selama itu aku harus BAK di pispot. Aduh... repot deh! Hari Senin siang, sekitar jam 03.00 sore aku bisa menghirup udara segar yang alami dan ruangan yang nggak sumpek... Alias keluar dari Rumah Sakit ! Suster yang ada di kamar  tempat aku menginap memberikan obat obat yang harus aku minum. Kemudian suster menanyakan, " Mau jalan atau pake kursi roda? " Ya aku pilih jalan aja, soalnya aku udah pegel tiduran terus di kasur, pengen jalan aja gitu...

Akhirnya aku berada di kursi mobilku yang nyaman tapi panas. Walaupun sudah pakai AC, tapi tetap saja panas. Aku melihat ke jendela mobilku. Karena di daerah Pasteur banyak penjual makanan dan restoran, aku pengen makan di Raja Sunda, menunya tentu tahu kipas, gurame terbang, cumi goreng, dan es teh manis. Eh... nggak kesampean deh. Padahal dari jendela rumah sakit aku seneng banget ngeliatin palang hijau yang tak jauh dari rumah sakit. Ya, itu adalah palang Raja Sunda. Tapi kata mama aku jangan  makan yang gitu-gitu dulu. Takutnya entar kenapa-napa lagi.

Sampai juga aku di rumah yang aku kangenin ini. Aku langsung duduk di kasur dan nonton TV. Rasanya lebih nyaman di rumah daripada di rumah sakit. Selama di rumah sakit aku cuma nonton TV, Ngeliatin palang ijo, makan, shalat, BAK, dan mencet bel kalo cairan infusnya abis.

Udah dulu, ya, ceritaku udah lumayan banyak.
Bye!

Ice Skating Istana Plaza, Bandung

Hari Rabu, 8 Oktober 2008, aku pergi bermain Ice Skating di Istana Plaza, Bandung. Aku pergi bersama Eyang Mari, Wa' Hetty, Mamaku, dan saudaraku Tania serta Dyka. Pertama, aku diajari cara berjalan di esnya dengan pelatih yang bernama Kak Fani, kemudian cara meluncurnya. Deva adikku juga diajari dengan pelatih. 


Ketika aku selesai dilatih, aku mengajari Tania cara berjalannya, tapi ternyata ia belum seimbang. Kak Fani bilang, kita harus seimbang kalau mau bermain Ice Skating. Tak beberapa lama kemudian Tania bisa berjalan ke tengah, tapi dia belum bisa balik lagi ke pinggir. 

Soal harganya, jika mau pakai pelatih bayarnya Rp. 85.000 keatas, kalau tidak pakai pelatih bayarnya Rp. 37.500 Hari Senin-Jumat bisa main sepuasnya, kalau Sabtu & Minggu hanya 2 jam saja, dan bayarnya lebih mahal sedikit. 

Kemudian, aku berkenalan dengan teman sekolahnya Dyka, namanya Nisa. Ia baru dilatih, jadi masih suka jatuh-jatuh. Kalau jatuh lumayan sakit lho... Aku aja sampai memar kakinya karena jatuh.... Hehehe..........

Aku main dari jam 11.30 - 18.00. Enaknya sih, hari sekolah. Kalau hari libur cuma 2 jam sih... kalau masih mau main harus bayar lagi... kan boros, ya nggak? Kalau main sepuasnya cuma hari sekolah... Masa' harus bolos buat main Ice Skating sepuasnya? Mending tunggu hari libur yang kayak libur lebaran gitchu... Kan ada hari Senin-Jumatnya. 

Kalau Dyka, dia main Ice Skating... terus, sampai nggak Shalat. Aku istirahat dulu, terus Shalat. Pokoknya, mau seseru apapun kita harus ingat Shalat... Aku berkata begini karena kalau sudah bisa pasti seneng banget, jadi suka lupa waktu....

Sekian Info dan cerita dariku, Wass. Wr. Wb.

Bratz magazine:all finish!

1 tahun kemudian, Bratz magazine edisi New York 30, selesai sketch-nya. Semua sketch magazine (Stylesville 1-10, London 1-15, New York 1-30) siap di cetak menjadi 500 buah magazine. Cloe, Jade, Yasmin dan Sasha mengambil 1 dari semua edisi. Lyssa dan Linda juga. Sebagai ucapan terima kasih dari Bratz kepada Lyssa dan Linda, mereka (Bratz) memberi magazine gratis edisi 4 ever diamondz masing-masing 5 edisi."Terima kasih mau membantu kami" kata Cloe pada saudaranya. Lyssa dan Linda juga dapat bonus. Karena Bratz itu Diamond star (Bintang berlian yang terkenal), Lyssa dan Linda disiarkan langsung di Fashion show TV bersama Bratz, tentunya dengan host Byron. Cameron adalah co-host-nya. Sejak itu, Lyssa dan Linda sudah dianggap sebagai anggota Bratz. Dan itupun terkabul, dan kini anggota Bratz ada 6.





-TAMAT-

Kehidupan Lilly dan Lilla

Dua orang kakak beradik bernama Lilly dan Lilla. Mereka mempunyai banyak teman, mungkin ada 39 orang. Besok adalah hari pertama mereka bersekolah. Mereka mempunyai moto, yaitu: Be a smartest girl. Hari Senin tiba, hari mereka bersekolah. Saat tiba di sekolah, mereka takjub melihat sekolah mereka yang baru. "Wow... besar sekali sekolah ini..." kata mereka serempak.
Begitu sampai ke kelas mereka, ternyata kelas mereka juga lumayan besar. Dan, ada satu hal lagi. Ternyata teman mereka juga sebagian besar adalah teman lama mereka. "Hai!!! sudah lama ya, tidak bertemu!!" seru Lilly gembira karena bisa bertemu kembali dengan 5 orang yang disayanginya, yaitu: Usagi Tsukino (Usagi), Ami Mizuno (Ami), Rei Hino (Rei), Mako Kino (Mako) dan yang terakhir adalah Ai Minako (Minako).
Pada hari Jum'at, ada pelajaran bahasa Indonesia, pelajaran yang Lilly dan Lilla tidak terlalu bisa pelajaran tersebut. Namun, karena mereka yakin bahwa mereka bisa, seperti moto mereka: Be a smartest girl, merekapun dapat nilai tertinggi! Merekapun terkejut, karena biasanya mereka dapat nilai 8, sekarang dapat nilai 10! "Aku tak percaya ini!" kata Lilla tak percaya. Saat ibu tahu itu dari ibunya Usagi, ibu memberikan kejutan untuk mereka berdua karena bangga. Sepulang sekolah, ibu memberikan sandwich isi keju dan daging asap. "Kenapa ibu memberi kami makanan kesukaan kami?" tanya mereka keheranan. "Karena kalian mendapat nilai 10 di pelajaran bahasa Indonesia!" jawab ibu."Darimana ibu tahu itu?" tanya mereka masih keheranan. "Tadi, ibunya Usagi menelpon ibu, katanya kalian dapat nilai 10 di pelajaran bahasa Indonesia!" jawab ibu lagi."Thanks mom!" ucap mereka berdua.




-BERSAMBUNG-

My dream friends (Bratz)

Beberapa hari kemudian, majalah Bratz magazine diterbitkan, pastinya oleh Byron. Radeena, pemimpin group pink, meniru ide Bratz untuk membuat majalah juga, berjudul Pink girls magazine. Radeena tidak membuatnya sendiri, melainkan anak buahnya, Kristee dan Kaycee. "Bagaimana ini, mereka meniru kita! Mungkin majalah kita bisa tersingkir dengan adanya majalah baru itu!" kata Melinda putus asa. "Nggak mungkin, lah! Bratz itu terkenal keren, Lindy! jangan putus asa dulu!" celetuk Mellysa. Yasmin mengatakan "kalian jangan sampe berantem ya... " namun, Sasha nyeletuk, "Yup! kalau kalian berantem, siapa yang bakal bikin majalah Bratz magazine kita?!""Eh, jangan nyeletuk orang dong! it's not nice!" seru Jade ikut campur. Dengan serempak, Mellysa dan Melinda berkata dengan pelan,"kok, jadi kalian yang berantem? liat dong, Cloe kerja sendirian....". Dengan cepat Mellysa dan Melinda menghampiri Cloe, yang kesepian. Mellysa dan Melinda bisa dipanggil Lyssa dan Linda. Tiba-tiba, Lyssa dan Linda mengaku pusing karena ketiga anggota Bratz menjadi ricuh. Cloe menelpon Byron, Cameron dan Dylan untuk membantunya menenangkan mereka yang ricuh.


- BERSAMBUNG -





My dream friends (Bratz)

Suatu hari, Cloe dan Jade lagi ngobrol tentang "dream friends", atau teman impian. "Eh, Cool cat,siapa sih, temen impianmu? punya nggak?"tanya Cloe. "ya iyalah. Namanya Coly sama Dany. Mereka tuh, baik... banget, sama siapa aja, nggak peduli dia kaya atau miskin,"jawab Jade. "Kalau kamu, Angle?"

"Punya, namanya Mellysa sama Melinda. Mereka anak kembar,keluarga Dakenlake. Cara ngebedain mereka, tinggal liat liontin kalung mereka: Perak=Mellysa, Emas=Melinda. Mereka cantik, deh. Sebenernya, mereka ada beneran. Katanya sih, mau ikut kerja di Bratz office kita,"jawab Cloe dengan panjang lebar, dan tiba-tiba... ting tong! bell kantor mereka berbunyi."ya, who is there?"ucap Jade."Ini aku, Cameron" katanya. Cameron pun masuk dan memberi tahu Cloe bahwa Mellysa dan Melinda menunggu Cloe dibawah gedung.Cloe segera menemui mereka dan mengajak mereka masuk ke ruangan tempat Bratz bekerja."kami mau bekerja disini"ujar Mellysa, kemudian Melinda berkata"Berikan kami pekerjaan apapun disini. Please..." "Baiklah, kalian akan bekerja disini. Kalian akan membuat bratz magazine"ucap Jade. "Bingo! we like it. Thanks bratz!" seru si kembar.




- BERSAMBUNG -








The Exciting Of ATV


Waktu hari Rabu, 18 Oktober 2007, Aku diajak wa' Hetty ke tempat wisata kuda dan warung nasi liwet "Pakuhaji" di gunung Cimahi. Kebetulan, disana ada kakak kelasku, kak Dhifa. Pertama, aku naik motor ATV. Gambarnya ada di sebelah kiri tulisan ini. Jalanan khusus motor ATV ini nggak rata, sampai aku nabrak track-nya sekali.

Walaupun tiketnya mahal, Rp 25.000,00, tapi kita muter 10 lap. Enak-kan?
Bagi yang nggak bisa naik ATV, gampang aja, kok. Gasnya nggak di injek. Tinggal pencet aja, gasnya ada di sebelah kanan. Buat tangan kiri, pegang remnya. Tapi, jangan pencet dulu. Cuma kalau perlu aja. Kalau nabrak, yang mundurin penjaganya, yang ada di sekitar track. Waktu tracknya menurun, gasnya harus dipelanin. Kalau nggak, karena ada belokan buat ngelanjutin lap berikutnya, kalian bisa nabrak dan ada kemungkinan kalian jatoh ke track dan mungkin luka parah atau mungkin luka ringan. Kalau jatoh kalian bisa luka. Kenapa? Karena banyak kerikil yang tajam dan kalau jatoh udah pasti berdarah, kerikilnya aja tajem. Ya nggak? Itu aja yang bisa aku jelasin. Nanti, aku bakal jelasin tentang rintangannya dan juga tentang flying fox yang jauhnya 30 meter. BYE!!!!

Copyright © 2008 - Tara Devina Putri - is proudly powered by Blogger
Smashing Magazine - Design Disease - Blog and Web - Dilectio Blogger Template